29 November 2008

THE DAY


It was late November
the news came
and i got so excited
i cried all day
and you were such a lovely precious sight
when saw our baby in your eyes

It was like falling deep in love
i heard the angels cry above
and i felt a blessing straight from god
the day that you gave me a Son

I called 'bout everyone that i knew
just think
i'll be a father because of you
oh, there's no greater love than what she gave
a brand new baby was on the way

Such tears of joy
i've never known
i can't remember
it's like a song
i've never sung
i've never heard
but know the words

It was like falling deep in love
i heard the angels cry above
and i felt a blessing straight from god
the day that you gave me a Son

13 June 2008

Does your password pass the test?

One of the things I work on is password security. And because I'm someone who pays close attention to passwords and how people use them, I sometimes hear interesting stories. For example, a couple of my colleagues are so careful about the security of their passwords that they generate a random eight-character string, memorize it, and then use it as their password for two to three months. After that time elapses, they start the process over again and generate a new random password.

Do we all need to be that careful about our passwords? Probably not. But passwords are one of the web's most important security tools. Whether it's for your Google account, your banking center, or your favorite store, choosing a good password and keeping it safe can go a long way toward protecting your information online.

So how do you choose a good password, and then keep it safe? A few of these tips can help:
  • Avoid common elements when choosing your password. Specifically, you should avoid using words or phases from the dictionary, especially things that are easy to guess, like "password," "let me in," or the name of the site you're logging into. You should also avoid using keyboard patterns, such as "asdf1234" or "aqswdefr," or personal information, such as birthdays, addresses, or phone numbers.
  • Make your password as unique as possible. Once you've settled on a good base for your password, you should go a step further and add in numbers and non-alphanumerical characters, mix in upper-case letters, or use similar-looking substitutions for parts of the password, such as "$" for "s," "1" for "l," and "0" for "o."
  • Create different passwords for different sites. Doing so will help ensure that if one password is compromised, the others will remain secure. You may not be able to have a unique password for every place you visit on the web (for some of us, that would be a lot of passwords to manage), but alternating between a set of different passwords across the web and making sure all accounts that contain highly sensitive information (like email accounts or online banking accounts) have unique passwords is a good place to start.
  • Don't share your passwords with anyone. Not family, not friends, not anyone. This may seem a little strict, but the reality is the more people you share your password with, the greater your chances of having that password compromised will be. Also, if you need to write your passwords down, keep them away from your computer, and never send them in emails. And if you suspect someone might have discovered one of your passwords, change it immediately.
  • Be careful how you share your information online. Some online services -- such as social networking sites and gadgets that scrape information from other products -- may ask you for a password or an API key. If you choose to use these kinds of services, take a few minutes to learn more about what they do to keep your sensitive information secure. And just like sharing passwords with other people, you should be aware that sharing this information increases the chances that it could be compromised.
Another thing that can help keep your password secure is choosing a good security question and answer on the sites that offer that option. You've probably seen this before: When you're creating an account on many sites, you will be asked to choose a question to verify your identity if you forget your password.

Some sites will let you write in your own question; in these cases, you should make sure the Q&A you create isn't something that's easy to guess or something that your family and friends would know. Other sites will present you with a list of preset questions to choose from, such as "What is your mother's maiden name?" These kinds of questions are less secure, as they're easier for other people to guess the answer. In these cases, you should find a way to make your answer unique -- whether it's using the tips above, or by adding in other information -- so that even if someone guesses the answer, they won't know how to enter it properly.

10 April 2008

Pemblokiran YouTube Menuai Pro-Kontra

Jakarta - Pemerintah memblokir situs berbagi video YouTube jika film berjudul ‘Fitna’ tidak dibuang dari situs itu. Menurut data di YouTube, film berdurasi 17 menit itu telah diakses hampir satu juta kali.

Sejumlah pro-kontra atas pemblokiran tersebut pun mulai marak, salah satunya di detikINET Forum. Pendapat yang pro dan kontra yang disampaikan pun beragam. Beberapa menyatakan tidak setuju jika YouTube diblokir. Alasannya karena isi YouTube bukan hanya film ‘Fitna’ saja.

“Isi YouTube gak cuma Fitna. Masih banyak isi YouTube yang bagus-bagus. Apa pemerintah gak tau ya, bahwa banyak lagu perjuangan Indonesia dan clip-clip bersejarah bisa kita dapatkan di YouTube. Ngeblokir YouTube sama dengan matiin nyamuk pakai meriam,” kata salah satu anggota detikINET Forum berinisial manzat1609.

Anggota detikINET Forum lain bernama herry869 mengimbau agar pemerintah hanya memblokir kontennya saja, bukan situs YouTube-nya. Menurutnya, di situs YouTube juga banyak konten yang bagus-bagus.

Di lain sisi, anggota detikINET Forum berinisial satria 11 menyatakan sepakat dengan tindakan pemerintah untuk memblokir YouTube. “Saya sangat setuju sekali dengan keputusan pemerintah dan para ISP yg mendukungnya. Memang isi YouTube bukan hanya FITNA saja, tetapi jika kita hanya diam dengan ‘yang salah satu ini’ maka besok bukan hal yang tidak mungkin hal yang satu ini akan semakin banyak yang mengikutinya,” paparnya. (detiknet.com)

13 October 2007

APA KATA KONSUMEN LEBIH DAPAT DIPERCAYA

Apa pendapat konsumen merupakan faktor yang paling penting untuk meningkatkan kepercayaan orang terhadap bisnis kita. Untuk dunia online branding juga sama. Komentar dan pendapat, review, rekomendasi, referal dapat mengangkat objek produk atau bisnis atau seorang individu yang dibicarakan.



Berbagai bentuk media iklan brand



Seperti yang Anda bisa lihat di gambar atas (dari emarketer.com) ada lebih kurang 13 media dimana orang bisa beriklan dan membangun iklan merek.

Itulah sebabnya pergeseran promosi web lewat blog menjadi pelengkap untuk mendapat "trust" dari konsumen.

Bob Julius Onggo

01 August 2007

EFEK VIRAL MARKETING ONLINE

Viral Marketing yang dalam dunia internet disebut mouse click marketing atau dalam dunia offline disebut Word-of-Mouth Marketing menyedot perhatian para marketer. Lebih dari 60% efek viral marketing adalah dalam bentuk video, dan tertancapnya brand tersebut semakin kuat lewat nonton bareng.

Berikut ini adalah prakiraan kekuatan efek viral marketing lewat media online :

37% - dunia blog membantu efek ini
34% - posting Anda di YouTube dan Myspace
20% - tulisan Anda di media online

Ini adalah gambaran bagaimana Anda bisa meningkatkan brand awareness secara online.

Bob Julius Onggo

MATINYA LINK AUTHORITY?

Google Algoritma sudah tidak lagi mengunakan metode banyaknya link yang masuk sebagai indikator otoritas tertinggi, namun link yang berkualitas (berreputasi) akan dijadikan tolok ukur kekuatan link. Namun sekarang ini Google bakal menggunakan metode kualitas dari orang yang me-link (linker) untuk menentukan relevansi dari yang me-link dan yang di-link.

Bob Julius Onggo

13 July 2007

SE MARKETING DAN SE SELLING

Situs pencari dapat digunakan untuk aktivitas branding dan aktivitas konversi penjualan sebagai tahap akhir. Untuk produk-produk yang orang sudah tahu manfaatnya, situs pencari dapat menjadi outlet mengkonversi kebutuhan mereka menjadi "buying" atau "renting".

Untuk produk yang sifatnya hanya sebagai "news" dan "edukasi", maka situs pencari dapat berfungsi sebagai media branding - jangka panjangnya memang bisa menghasilkan penjualan. (lebih jelasnya bisa dilihat di Mediapost penjelasan ini)

Bob Julius Onggo

05 June 2007

MEMBUAT MEREK

Menurut Dave McNally dan Karl Speak dalam karyanya Ber Your Own Brand merek atau identitas berwujud pada individu, organisasi, komunitas, partai, kota, pulau bahkan negara sekalipun.

Menurut salah seorang pakar marketing, memiliki sebuah nama untuk usaha adalah langkah awal yang bijak. Bahkan ada pengusaha yang mengatakan ”Jeneng dulu, baru Jenang” (nama dulu baru produknya). Usahakan produk Anda memiliki Identitas.

Rodney Overton dalam bukunya Are you an Entrepreuneur menjelaskan, berbekal merek berarti Anda telah mengumandangkan suatu identitas yang unik kepada pelanggan. Dimana konsumen dapat mengurangi resiko, mudah mencari dan membedakan produk Anda dengan kompetitor.

Penggunaan merek sangat berpengaruh dalam sebuah usaha, karena merek memiliki korelasi terhadap penjualan. Contohnya, ketika saya mengajak anak saya makan di sebuah restoran siap saji. Anak saya langsung protes ”Papa, dede gak mau makan disini, dede mau makan ke McD aja (Mc Donald)”. Saya dan Istri langsung perpandangan mendengar komentar merek anak saya yang belum genap 3 tahun. Bayangkan anak kecil saja sudah bisa mengenal merek.

Sebenarnya banyak sekali kiat dalam menciptakan merek atau identitas, namun dalam membuat sebuah merk sebaiknya Anda memperhatikan hal berikut :

1. Patuhi S&W, Sebuah merek hendaknya mudah diucapkan dan mudah ditulis (Speakable and Writable). Merk adalah milik publik, buatlah semudah mungkin agar orang dapat membaca dan mengejanya. Ada yang mengatakan "buatlah merek hanya dengan dua suku kata" Selain mudah diingat, identitas itu relatif mudah untuk di ucapkan dan ditulis.

2. Jangan menggunakan merek dengan angka, ketika pertama kali saya membuka outlet di bandung, rekan saya dari Jakarta berkunjung ke Bandung dan ingin makan di Rehot Burger. Dia menelpon saya dan menanyakan dimana letak Rehot Burger. Saya katakan disebelah "eigthin park" (tertulis: 18th park) dia Bingung dan saya mengucapkannya lebih dari tiga kali, tetapi setelah saya katakan "delapan belas park" atau "taman 18" baru dia mengerti. Bayangkan kalau sahabat saya dari suku tertentu. Saya harus menjelaskan merk tersebut dengan bahasa daerah mereka.

3. Buatlah merk memiliki makna, Xerox identik dengan xeroxgraphy (teknologi fotocopy), Lexus identik dengan luxurius (mewah), vegeta mengadaptasi dari vegetable (kaya akan serat), So klin (benar benar bersih) dan lain lain. Semua merk diatas memiliki makna, tetapi kita juga bisa memilih merk sesuai dengan produk atau identitas yang melekat pada diri kita.

4. Bentuk logo atau tulisan merek mudah lihat dan dibaca, saya pernah melihat ada sebuah papan nama yang tercantum sebuah merek yang sulit saya baca karena menggunakan font aneh. Lebih parah lagi perpaduan warnanya sangat mengecoh. Seolah olah kita tidak boleh mengetahui merknya. Bayangkan saja, mereknya saja sangat sulit dibaca, bagaimana kita mengetahui apa produk yang akan dijual. Jadi dalam membuat logo sebaiknya memperhatikan pada public attention.

Hal lain yang menarik adalah merk unik, seperti yang dilakukan oleh French Connection United Kingdom. Mereka menjual produknya dengan merek "FCUK", plesetan dari kata yang popouler, F**K. Hasilnya T-shirt mereka laris terjual. Plesetan merek ternyata bisa dijadikan trik bisnis yang mujarab. DASAR!

Rehot Giving